-->

Breaking News

Rafael Leao nyatakan kesetiaannya kepada AC Milan

 

Rafael Leao / sempremilan - foto by Alessandro Sabattini

MaximalMilan - Rafael Leao sekali lagi menghentikan rumor tentang ketidakpuasannya dengan menyatakan bermain untuk AC Milan lebih berharga daripada trofi.

Untuk pemain seperti Leao, uang dan trofi akan selalu menjadi pilihan, dia bisa dengan mudah pergi ke Arab Saudi yang terus-menerus menggodanya atau bisa pergi ke Bayern Munich yang jelas bisa menjamin trofi untuknya setiap musim.

Namun dia malah memilih bertahan di Milan, ini bukan masalah kesuksesan tetapi hati untuk sang pemain. Pada musim panas banyak pemain diperkirakan akan pergi tetapi tampaknya Leao tidak akan mengikuti rekannya itu.

Bintang Portugal itu berbicara kepada L'Officiel tentang berbagai topik termasuk keluarganya, musik dan Diavolo, berikut komentarnya disampaikan melalui MilanPress.

Komentar Rafael Leao

"Keluarga saya telah menjadi hal terpenting bagi saya. Mereka selalu berdiri disampaing saya di saat-saat tersulit dan untuk ini saya tidak akan pernah berhenti berterima kasih kepada mereka. Ayah dan Ibu saya mengajari saya untuk melakukan hal-hal besar sehingga saya harus membuat penghormatan yang sama besarnya."

"Apakah bakatku banyak membantuku? Pada awalnya jelas, kemudian ada titik di mana bakat tidak lagi cukup. Benar-benar dibutuhkan kerja keras untuk mencapai level tertentu."

"Pemain terhebat? Bukan satu tapi dua, mereka adalah Ibrahimovic dan Cristiano Ronaldo."

"Saya selalu mengikuti Milan bahkan sebelum bergabung dengan tim. Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia dan mengenakan seragam ini adalah mimpi. Saya berusia 25 tahun dan saya berada di puncak karir saya. Saya tahu bahwa banyak anak melihat saya sebagai contoh dan bagi saya ini lebih baik daripada menyebut diri saya sebagai seorang juara."

"Saya ingin bermain selama mungkin. Ketika saya pensiun, saya ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama keluarga saya dan menjalani kehidupan yang tenang."

"Bakat musik dari ayah dan paman saya yang seorang DJ. Saya mulai serius pada usia 19 tahun di Prancis ketika saya bermain untuk Lille. Ketika saya bermain di Portugal, saya dekat dengan rumah dan di sana saya menemukan diri saya sendirian."

Tidak ada komentar