-->

Breaking News

Ini penjelasan dari penjualan Tijjani Reijnders ke Manchester City yang terasa terlalu 'murah'

 

Tijjani Reijnders / sempremilan

MaximalMilan - Kepergian Tijjani Reijnders ke Manchester City tampaknya menimbulkan sedikit perdebatan tentang nominal transfer tersebut.

Muncul berita dari The Athletic yang mengklaim bahwa City transfer Reijnders hanya akan bernilai € 55 juta beserta bonus. Hal ini tentu membuat banyak orang mempertanyakan keputusan AC Milan yang melepas pemain dengan kontrak hingga 2030 itu dengan biaya yang terasa rendah untuk gelandang sepertinya.

Matteo Moretto menuliskan penjelasan detail dari transfer Reijnders dengan kalimat: "Tijjani Reijnders ke Manchester City dengan biaya pokok € 55/58 juta ditambah bonus. Dari bonus ini dibagi menjadi beberapa bagian. Rossoneri bisa mendapatkan total hingga € 65 juta dengan syarat mudah dan akan menjadi € 70 juta jika syarat sulit juga terpenuhi."

Milan menerima biaya pokok rendah karena menyangkut kesepakatan yang ada dengan mantan klub Reijnders yaitu AZ Alkmaar. Milan mendatangkan Reijnders dua tahun lalu dengan biaya € 20,5 juta ditambah bonus tetapi klub Belanda itu memiliki klausul penjualan kembali di masa depan sebesar 10%.

Sempremilan menjelaskan bahwa jika penjualan langsung bernilai € 70 juta, maka keuntungan modal yang dihasilkan akan menjadi € 57,7 juta (nilai tersebut dikurangi nilai sisa gelandang € 12,3 juta) dan AZ akan menerima € 5,77 juta dari penjualan tersebut. Secara keseluruhan Milan akan mendapatkan uang senilai € 65,23 juta.

Pengacara Felice Raimondo berbicara tentang transfer dan menjelaskan detailnya melalui akun media sosialnya, berikut unggahan sang pengacara.

Unggahan Felice Raimondo

"Sampai saat ini diskusi kita selalu berfokus pada capital gain dan kekayaan bersih yaitu manajemen ekonomi klub. Tapi itu bukan hal satu-satunya. Ada sisi lain dari hal yang menyangkut neraca, di mana arus kas dan semua uang yang diterima klub setiap tahun harus dicatat"

"Yang disebut pergerakan pada rekening giro. Uang tunai digunakan untuk manajemen klub saat ini seperti membayar gaji, pemasok dan pembelian apa pun. Akun klub musim 2025/26 tentu akan mengalami kerugian karena tidak bermain di Liga Champions. Sekitar € 80 juta hilang dari hadiah UEFA dan penjualan tiket."

"Pemasukan akan tiba saat terjadinya transfer pemain demi tetap memberi kas pemasukan dan menjamin keuangan klub tetap sehat seperti sebelumnya. Bonus yang ditangguhkan dari waktu k waktu jelas akan menjadi aspek penting bagi Rossoneri."

Kabar baiknya, penjualan Reijnders membuat Milan mendapatkan keuntungan yang membuat aman kas klub. Calcio e Finanza menjelaskan bahwa klub akan mengakhiri tahun keuangan pada 1 Juli dengan keuntungan sekitar € 13-14 juta.

Tidak ada komentar