-->

Breaking News

Jens Petter Hauge bercerita tentang kisahnya bersama AC Milan: "Demi Milan"

 

Jens Petter Hauge / sempremilan - Marco Luzzani

MaximalMilan - Jens Petter Hauge angkat suara tentang alasan dirinya memilik AC Milan dari pada menerima pinangan tim lainnya.

Kisah Hauge bersama Milan seperti mimpi, dia mencetak satu gol dan satu assist saat berhadapan dengan Rossoneri pada musim 2020/2021. Setelah itu Milan membawanya ke San Siro dengan biaya sebesar € 4,5 juta.

Bersama Diavolo, dia hanya sedikit mendapatkan menit bermain yang kemudian membuatnya pindah ke Eintracht Frankfurt, dia kemudian kembali di pinjamkan ke Gent dan pada akhirnya pulang ke Bodo. Pada sebuah wawancara kepada La Gazzetta dello Sport saat melawan Lazio, Hauge berbicara tentang kisahnya bersama Milan.

Komentar Jens Petter Hauge

"Kepindahan itu mengubah hidup saya. Saya hanya seorang anak laki-laki yang bermain untuk Bodo dan kemudian saya di San Siro. Saya bahagia. Beberapa hari sebelumnya saya telah memainkan game terbaik yang pernah ada. Saya memiliki kepercayaan diri, saya berlari lebih dari yang lain dan saya mencetak satu gol dan satu assist."

"Ada banyak klub dari Inggris dan Italia, baik sebelum maupun setelah pertandingan. Saya telah mencapai kesepakatan dengan Cercle Bruges tetapi mereka terus menunda dan kemudian saya mengatakan tidak. Klub lain mengirimi saya tidak pesawat, semuanya selesai tetapi saya menolaknya demi Milan."

"Bagi saya itu adalah pilihan terbaik karena pemain Rossoneri lainnya juga meminta saya datang seperti Davide Calabria. Dia mengatakan kepada saya bahwa mengenakan seragam Diavolo akan menjadi suatu kehormatan. 'Kami menunggumu, kapan kamu datang?'. Saya tidak akan menolak dan pada akhirnya saya pergi ke sana."

Tidak ada komentar